Penyusunan Skripsi

PENDAHULUAN

Universitas Padjadjaran mewajibkan mahasiswa program sarjana untuk menulis skripsi sebagai salah satu syarat penyelesaian studi. Hal ini didasari pemikiran bahwa membuat karya ilmiah berupa skripsi, yang dimulai dengan usulan penelitian, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, serta penuangan ke dalam bentuk tulisan ilmiah, merupakan proses pembelajaran yang berguna dalam melatih mahasiswa untuk mampu mengonstruksi pemikirannya.

Pengertian Skripsi

Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah, berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku dalam suatu bidang ilmu tertentu. Skripsi harus mempunyai nilai manfaat praktis yang seimbang dengan sumbangan ilmiahnya. Skripsi adalah karya ilmiah asli mahasiswa yang ditunjukkan dengan pernyataan bermaterai tentang keasliannya.

Kedudukan Skripsi dan Bobot SKS

Skripsi mempunyai kedudukan yang sama dengan mata kuliah lain, tetapi berbeda bentuk pada proses pembelajarannya, serta cara penilaiannya. Skripsi ini merupakan tugas akhir (final assignment). Bobot skripsi di Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Prodi IESP) ditetapkan sebesar 6 SKS, yang setara dengan kegiatan akademik 24-30 jam setiap minggu, atau setara dengan kegiatan akademik 600-750 jam selama satu semester.

Tujuan Penulisan Skripsi

Penyusunan skripsi dilaksanakan dengan tujuan agar:

  1. Mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh.
  2. Mahasiswa mampu melakukan penelitian mulai dari merumuskan masalah, mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan menarik suatu kesimpulan.
  3. Membantu mahasiswa menyampaikan, menggunakan, mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh menjadi suatu sistem yang terpadu untuk pengembangan ilmu.

Materi Skripsi

Permasalahan yang akan diangkat menjadi topik skripsi dikembangkan dari bidang ilmu masing-masing dan bidang ilmu yang terkait. Materi karya tulis ilmiah didasarkan atas data dan/atau informasi yang berasal dari studi kepustakaan, penelitian laboratorik/klinik, dan/atau penelitian lapangan. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman penelitian, baik kepustakaan, laboratorik/klinik, dan/atau lapangan, serta menuangkannya dalam bentuk paparan karya tulis ilmiah.

PERSYARATAN AKADEMIK, ADMINISTRATIF, DAN PEMBIMBING

Persyaratan Akademik

Persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang akan menyusun skripsi adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa boleh secara resmi mulai menempuh mata kuliah skripsi (menyusun skripsi) apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan (lulus) 121 SKS.

Persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang akan menyusun skripsi adalah sebagai berikut:

  1. Telah memenuhi persyaratan akademik
  2. Memiliki kartu mahasiswa yang berlaku pada semester bersangkutan
  3. Mencantumkan/memprogramkan skripsi pada KRS semester bersangkutan yang telah ditandatangani oleh dosen wali.

Persyaratan Pembimbing

Selama proses penelitian, penyusunan, dan penulisan skripsi, mahasiswa harus dibimbing oleh tim pembimbing dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sekurang-kurangnya dua orang pembimbing, yaitu
    1. satu orang pembimbing utama, selaku penanggung jawab, dan
    2. satu orang pembimbing pendamping/anggota atau lebih, dan/atau
    3. apabila diperlukan, dapat diangkat satu orang pembimbing lapangan atau yang memiliki keahlian khusus di bidangnya yang ditunjuk dengan surat keputusan (SK) dekan atas usul mahasiswa dan jurusan/bagian/laboratorium.
  2. Jumlah dan komposisi pembimbing dapat disesuaikan dengan memperhatikan rasio antara mahasiswa yang harus dibimbing dan jumlah dosen yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing.
  3. Pembimbing utama dan pembimbing pendamping/anggota ditunjuk oleh jurusan/bagian/laboratorium dan disahkan dengan SK dekan.

Persyaratan Pembimbing Utama

  1. Pembimbing utama pada dasarnya adalah tenaga pengajar tetap fakultas, yang ada di jurusan/bagian/laboratorium, serendah-rendahnya memiliki jabatan lektor dan memiliki ijazah S-2/Sp-1.
  2. Apabila tenaga pengajar tetap yang memenuhi persyaratan butir (1) di atas tidak ada atau jumlahnya tidak mencukupi, fakultas/jurusan /bagian/laboratorium dapat menunjuk tenaga pengajar tetap yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki jabatan asisten ahli dan memiliki gelar tambahan doktor (S-3).

Persyaratan Pembimbing Pendamping/Anggota

Pembimbing Pendamping/anggota pada dasarnya adalah tenaga pengajar tetap fakultas, yang ada di jurusan/bagian/laboratorium, yang serendah-rendahnya berjabatan asisten ahli dan memiliki ijazah S-2/Sp-1.

Persyaratan Pembimbing Lapangan/Keahlian Khusus

  1. Apabila untuk skripsi tersebut dilakukan melalui penelitian lapangan, fakultas/jurusan/laboratorium dapat menetapkan seorang pembimbing lapangan yang diangkat dengan SK dekan, yaitu tenaga dari instansi/lembaga tempat mahasiswa melakukan kegiatan penelitian.
  2. Pembimbing lapangan/keahlian khusus sekurang-kurangnya adalah lulusan program sarjana atau diakui memiliki kepakaran di bidangnya.

PROSEDUR PENYUSUNAN SKRIPSI

Mengingat pelaksanaan pendidikan atas dasar sistem kredit semester, sehingga mengharuskan dilakukannya evaluasi pada akhir semester, maka evaluasi
terhadap proses penyusunan skripsi harus melalui prosedur di bawah ini.

Proses Awal

Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan seperti akademik harus mengisi KRS dengan mencantumkan/memprogramkan skripsi. Pada saat pengisian KRS diharapkan mahasiswa sudah memiliki topik penelitian tentatif.

Prosedur Penunjukan Pembimbing

  1. Penunjukan pembimbing (utama dan pendamping/anggota) dilakukan oleh jurusan/bagian/laboratorium setelah mahasiswa menyerahkan topik tentatif
    kepada jurusan/bagian/laboratorium.
  2. Atas dasar topik tentatif tersebut, jurusan/bagian/laboratorium menunjuk pembimbing utama dan satu orang pembimbing pendamping/anggota atau
    lebih.
  3. Ketua Jurusan/Kepala Bagian/Kepala Laboratorium secara tertulis menyampaikan penunjukan pembimbing utama dan pembimbing pendamping/anggota kepada dekan. Dekan segera mengeluarkan SK pengangkatannya yang berlaku untuk dua semester dan dapat diperpanjang sampai dengan tiga semester.
  4. Apabila dipandang perlu, ketua jurusan/kepala bagian/kepala laboratorium dapat pula menyarankan penunjukan berikut:
    1. Pembimbing lapangan, yaitu tenaga ahli dari instansi/lembaga tempat
      mahasiswa melakukan penelitian.
    2. Narasumber, yaitu tenaga ahli dari luar fakultas/jurusan /bagian/laboratorium yang diminta informasinya berkaitan dengan materi skripsi.
    3. Konsultan, yaitu tenaga pengajar tetap atau tidak tetap fakultas/jurusan/bagian/laboratorium atau tenaga dari luar fakultas/jurusan/bagian/laboratorium yang diminta konsultasinya untuk penyusunan skripsi dalam bidang metodologi penelitian dan/atau statistika (tidak menyangkut skripsi dan bahasa).
    4. Penunjukan pembimbing lapangan, narasumber, dan/atau konsultan dari luar fakultas/jurusan/bagian/laboratorium didasarkan pada kesediaan bersangkutan serta pada keahlian di bidang ilmu yang berkaitan dengan materi skripsi (untuk pembimbing lapangan dan nara sumber) atau berkaitan
      dengan metodologi penelitian dan/atau statistika (bagi konsultan).

Penggantian Pembimbing

Apabila karena suatu alasan atau adanya halangan sehingga pembimbing utama dan/atau salah satu pembimbing pendamping/anggota tidak dapat menjalankan tugasnya lebih dari tiga bulan baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut, mahasiswa yang bersangkutan melapor kepada pimpinan fakultas/jurusan/bagian/laboratorium dan pimpinan fakultas/ketua jurusan/kepala bagian/kepala laboratorium dapat menunjuk penggantinya dengan memperhatikan persyaratan pembimbing.

Prosedur Pembimbingan

Tim pembimbing diharapkan untuk terus-menerus memantau bimbingannya dengan menggunakan kartu bimbingan skripsi. Dengan demikian, tim pembimbing dapat mengetahui perkembangan mahasiswa secara mendalam dengan mengikuti proses kegiatannya dalam menyusun dan menulis skripsi. Adapun proses yang dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa bersama pembimbing utama dan pembimbing pendamping /anggota mendiskusikan judul, outline (garis besar), desain/rancangan penelitian, bahan dan metode, parameter yang diamati, dan alat ukur yang digunakan.
  2. Usulan penelitian yang telah disetujui tim pembimbing wajib diseminarkan di tingkat fakultas/jurusan/bagian/ laboratorium (pelaksanaan seminar disesuaikan dengan kondisi fakultas/jurusan/bagian/laboratorium yang bersangkutan).
  3. Usulan penelitian yang telah diseminarkan harus terdaftar di jurusan/bagian/laboratorium dan SBA/ SBAK.
  4. Mahasiswa melakukan penelitian dengan supervisi tim pembimbing serta menyusun skripsi sesuai dengan proses seperti yang diuraikan di bagian sebelumnya.
  5. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan pada semester bersangkutan, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
    1. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik dan pembimbingnya tetap sama).
    2. Pada semester bersangkutan pembimbing utama memberikan huruf K sehingga tidak digunakan untuk perhitungan IP/IPK.
    3. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu maksimal studi.
  6. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-turut, tetap diberlakukan penilaian seperti pada butir (5) di atas, yaitu:
    1. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik dan pembimbingnya tetap sama);
    2. Pada semester bersangkutan pembimbing utama memberikan huruf K sehingga tidak digunakan untuk perhitungan IP/IPK;
    3. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu maksimal studi;
    4. Pembimbing utama, melalui Pembantu Dekan Bidang Akademik, memberikan peringatan tertulis kepada mahasiswa yang berisi pernyataan, bahwa jika pada semester perpanjangan kedua skripsi tidak dapat diselesaikan, mahasiswa yang bersangkutan akan dikenai sanksi sebagaimana disebut pada butir di bawah ini.
  7. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam tiga semester berturut-turut, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
    1. Pembimbing utama memberikan huruf mutu E.
    2. Mahasiswa diharuskan menempuh kembali skripsi tersebut dengan topik yang berbeda (tim pembimbing bisa tetap sama atau berbeda).
    3. Selanjutnya berlaku ketentuan pengambilan skripsi mulai dari awal lagi (mulai dari butir 3.4 (1)).
    4. Penunjukan tim pembimbing dimulai dari awal lagi (butir 3.1 dan 3.2).
    5. Apabila skripsi tidak diselesaikan pada semester yang bersangkutan, berlaku peraturan seperti butir (5) di atas.
  8. Setelah skripsi selesai dalam bentuk first draft (konsep pertama) dan telah disetujui tim pembimbing, sebelum diajukan dalam sidang ujian sarjana, draf tersebut harus diseminarkan dahulu di tingkat jurusan/bagian/ laboratorium (pelaksanaan seminar disesuaikan dengan kondisi jurusan/bagian/laboratorium yang bersangkutan).
    1. Apabila dalam seminar tersebut tidak ada masukan/saran perbaikan, tim pembimbing dapat melakukan evaluasi final.
    2. Apabila dalam seminar tersebut terdapat masukan/saran perbaikan, mahasiswa perlu mempertimbangkan penulisan akhir. Bagi fakultas yang tidak mensyaratkan seminar hasil (first draft)/kolokium, tetapi langsung sidang ujian sarjana, maka pentahapannya langsung ke butir 3.4.(10)
  9. Penulisan akhir dilakukan mahasiswa setelah seminar dengan mempertimbangkan masukan/saran perbaikan (kalau ada) dari hasil diskusi dalam seminar tersebut. Setelah penulisan akhir selesai, tim pembimbing melakukan evaluasi final.
  10. Final draft (konsep akhir) skripsi, yang belum dijilid, dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap lima, dengan rincian:
    1. Satu buah untuk pembimbing utama;
    2. Satu buah (atau lebih) untuk pembimbing pendamping/anggota;
    3. Dua buah (atau lebih) untuk penguji;
    4. Satu buah untuk mahasiswa.
  11. Setelah ujian sidang sarjana (komprehensif), apabila dinyatakan lulus, dan setelah dilakukan perbaikan seperlunya, skripsi yang telah disetujui tim pembimbing harus dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap enam (kecuali jika fakultas menetapkan lain), dengan rincian:
    1. Dua buah untuk fakultas dan jurusan/bagian/laboratoium.
    2. Satu buah untuk pembimbing utama.
    3. Satu buah (atau lebih) untuk pembimbing pendamping/anggota.
    4. Satu buah untuk UPT Perpustakaan Universitas Padjadjaran.
    5. Satu buah untuk mahasiswa.

SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Sistematika penulisan skripsi umumnya dapat dibagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu (1) bagian awal, (2) bagian inti, dan (3) bagian akhir.

Bagian Awal.

Bagian awal dari skripsi terdiri atas :

  1. Halaman Judul.
  2. Halaman Persetujuan Pembimbing.
  3. Halaman Abstrak (dalam bahasa Indonesia)
  4. Halaman Abstract (dalam bahasa Inggris)
  5. Halaman Kata Pengantar.
  6. Halaman Daftar Isi.
  7. Halaman Daftar Tabel.
  8. Halaman Daftar Gambar.
  9. Halaman Daftar Lampiran.

Bagian Inti Skripsi

Bagian inti skripsi terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA (termasuk di dalamnya KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESA PENELITIAN)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN (termasuk di dalamnya METODE DAN OBYEK PENELITIAN)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Paragraf ini disebut motivator atau pendorong dilakukannya penelitian dalam skripsi. Pada paragraf ini perlu diuraikan sejauh mana masalah yang diteliti memiliki kesahihan (validity) dan keterandalan (reliability) sebagai hal yang pantas untuk diteliti. Kesahihan yang harus dipenuhi adalah apakah masalah yang diteliti itu benar-benar meragukan sekaligus menarik untuk diteliti. Hal ini dapat diketahui dari telaahan secara teoritik maupun faktual empiris. Keterandalan dapat diketahui dari kesesuaian telaahan maupun penafsiran dari fakta-fakta.
Empat komponen latar belakang masalah yang perlu diperhatikan adalah:
(1) Sinyalemen masalah yang akan diteliti, gambaran fenomena yang menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dengan kenyataan.
(2) Relevansi dan intensitas pengaruh masalah yang diteliti terhadap aspek ilmu manajemen dan akuntansi dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
(3) Keserasian pendekatan metodologis yang digunakan.
(4) Gambaran kegunaan (manfaat) penelitian, baik untuk aspek teoritis maupun untuk aspek guna laksananya.
Dari pihak peneliti, pengungkapan bagian ini dapat didasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apa yang diketahui, teoritis maupun faktual, dari masalah yang diteliti.
2. Adakah permasalahan pada fenomena yang dilihat itu, apakah ada keraguan yang terdapat pada permasalahan itu.
3. Bagian mana yang menarik dari permasalahan yang diteliti itu.
4. Apakah secara teknis dapat dilakukan penelitiannya.

1.2. Identifikasi Masalah.
Identifikasi masalah adalah aspek abstraksi dan pemilihan yang tepat terhadap aspek yang akan diteliti, dengan demikian identifikasi masalah adalah inti fenomena permasalahan yang akan diteliti. Identifikasi masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

1.3 Tujuan Penelitian.
Tujuan penelitian diarahkan untuk menjawab masalah yang telah diidentifikasikan. Jumlah tujuan penelitian harus sesuai dengan jumlah identifikasi masalah.

1.4 Kegunaan Penelitian
Paragraf ini menjelaskan tentang manfaat penelitian yang dilakukan, baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab ini menjelaskan teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti dan kerangka pemikiran. Kajian pustaka ini dapat pula berisi uraian¬-uraian tentang informasi empiris dari topik permasalahan yang diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah atau hasil-hasil penelitian pihak lain terdahulu yang dapat dijadikan asumsi-asumsi yang memungkinkan terjadinya penalaran untuk menjawab masalah yang diajukan peneliti.

Fungsi Kerangka Pemikiran adalah tempat menguraikan tentang pertimbangan-pertimbangan ilmiah terhadap penelitian yang dilakukan. Bagian ini sering disebut sebagai tulang punggung seluruh penelitian, karena di sini diuraikan landasan-landasan ilmiah/teori yang digunakan dalam pembahasan masalah.

Pada bagian ini diuraikan bagaimana peneliti (mahasiswa) mengalirkan jalan pikiran menurut cara berpikir yang logis atau menurut “logical construct”, yaitu cara menetapkan masalah yang telah diidentifikasi ke dalam kerangka teori yang relevan, sehingga dapat menerangkan bahwa masalah yang telah diidentifikasi itu perkaranya ada di dalam teori dan hasil penelitian empiris terdahulu yang dikemukakan dan teori itu diperkirakan tepat untuk memecahkan masalahnya. Jadi upaya yang dilakukan dalam uraian kerangka pemikiran adalah ditujukan untuk dapat menjawab atau menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi walaupun jawaban itu masih bersifat sementara karena belum diuji secara empirik lebih lanjut oleh penyusun skripsi.

Adapun cara berpikirnya adalah dengan cara berpikir deduktif, yaitu cara berpikir yang bertolak dari hal-hal yang umum (dalam hal ini adalah teori, dalil-dalil, atau hukum-hukum yang telah berlaku umum) serta hasil-hasil penelitian empiris terdahulu, dan disesuaikan kepada hal-hal yang lebih khusus, yaitu masalah yang telah diidentifikasikan.

Apabila dengan berbagai asumsi serta hasil empiris terdahulu telah dapat dinyatakan bahwa masalah yang diidentifikasi itu benar-benar merupakan unsur dari teori yang dikemukakan, maka mahasiswa penyusun skripsi tinggal mengambil kesimpulannya secara silogistis bahwa, “hal-hal yang berlaku dalam suatu yang bersifat umum, akan berlaku pula pada bagian dari yang berlaku umum itu”. Itulah jawaban sementara yang disebut dengan “hipotesis”. Jumlah hipotesis seyogyanya harus sesuai dengan jumlah pemasalahan yang telah diidentifikasikan di Bab I.

Dengan demikian perlu disadari bahwa “hipotesis” dilahirkan atas dasar cara berpikir silogistis yang kebenarannya sangat tergantung pada benar tidaknya premis-premis yang mendukungnya yang telah diuraikan dalam kerangka pemikiran.
Atas dasar azas koherensi, maka hipotesis yang dideduksi dari premis-premis yang tidak diragukan kebenarannya, secara rasional adalah konsisten sehingga hipotesis tersebut dapat dipandang benar pula dalam pengertian koheren logis; artinya belum benar secara keilmuan, oleh karena itulah masih bersifat sementara atau dugaan, adapun kebenaran secara keilmuan berarti sah menurut keilmuan, hal ini menuntut agar hipotesis yang secara rasional benar itu harus diuji secara empiris dan dapat diterima.

Dengan demikian lahirnya sebuah hipotesis merupakan kesimpulan cara berpikir deduksi atas dasar teori-teori yang telah diuraikan dalam kerangka pemikiran, yang kemudian didukung oleh hasil-hasil penelitian empiris terdahulu dengan topik permasalahan yang berkaitan serta relevan. Oleh sebab itu hipotesis tidak dapat dibuat dengan cara mengada-ada.
Pada bab ini dimungkinkan mengajukan lebih dari satu teori atau hasil penelitian empiris sebelumnya untuk membahas permasalahan yang menjadi topik skripsi, sepanjang teori-teori atau data sekunder tersebut berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Kerangka pemikiran yang telah tersusun secara logis setidaknya dapat pula digambarkan mahasiswa penyusun skripsi dengan membuat satu bagan alir atau flowchart yang dapat secara informatif meringkas semua aliran kajian teoritis dan empiris yang mendasari mahasiswa penyusun skripsi dalam menjawab hipotesanya secara lebih meyakinkan dan dapat dipertanggung-jawabkan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini dideskripsikan secara lebih rinci dan runtut tentang rancangan tahap penelitian, prosedur penelitian, alat ukur yang digunakan, teknik penarikan sampel dari populasi yang ditentukan beserta kriteria, teknik analisis dan pernyataan serta pengujian hipotesis.

Sub bab Obyek Penelitian dalam bab ini memberikan gambaran umum mengenai obyek yang diteliti, khususnya keadaan obyek penelitian dikaitkan dengan judul skripsi atau permasalahan yang diindentifikasikan. Patut pula untuk dicatat bahwa metodologi penelitian yang dilakukan harus bersifat verifikatif.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan serta membahas hasil penelitian yang diperoleh. Dikemukakan pula analisis data dengan metode statistik tertentu, atau deskripsi hasil studi maupun analisa serta interpretasinya, yang bisa berupa perkembangan data dan/atau sistem nilai.

Uraian hasil penelitian ini diikuti dengan pembahasan, dan pada akhir bab dapat diberikan rangkuman hasilnya. Rangkuman ini diperoleh dari data empiris maupun evaluasi sistem nilai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan merupakan kristalisasi hasil analisis dan interpretasi yang telah dilakukan pada bab IV. Cara penulisan serta pembahasannya dirumuskan dalam bentuk pernyataan secara singkat dan padat, sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain.

Informasi yang disampaikan dalam kesimpulan bisa berupa pendapat baru, koreksi atas pendapat lama, dukungan terhadap pendapat lama (justifikasi), atau menentang pendapat lama.
Saran merupakan kelanjutan dari kesimpulan berupa anjuran, yang dapat menyangkut aspek operasional, kebijakan, maupun konseptual. Saran hendaknya bersifat konkrit, realistik, bernilai praktis dan terarah.

Bagian Akhir Skripsi.

Bagian akhir skripsi terdiri atas :

  1. Daftar Pustaka.
  2. Lampiran-lampiran (berisi tabel data mentah, perhitungan statistik, peraturan-peraturan, contoh kuesioner atau instrumen penelitian, dan sebagainya)
  3. Riwayat Hidup.

Penyusunan Skripsi